Kota Bandung, Jawa Barat, kini tengah menghadapi situasi darurat sampah yang mengkhawatirkan. Pasalnya, sejumlah besar Tempat Penampungan Sementara (TPS) di berbagai penjuru kota dilaporkan mengalami overload yang sangat parah. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dan bau yang menyengat, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang serius. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan situasi ini sebagai darurat sampah dan tengah berupaya mencari solusi cepat dan efektif.
Pantauan di beberapa TPS seperti di kawasan Cicadas, Kiaracondong, dan Andir pada Kamis, 10 April 2025, menunjukkan tumpukan sampah yang menggunung hingga meluber ke jalanan. Kondisi ini diperparah dengan keterlambatan pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya, volume sampah di TPS terus meningkat dan menciptakan situasi darurat sampah yang semakin kritis. Warga sekitar mengeluhkan bau tidak sedap dan potensi penyebaran penyakit akibat kondisi ini. Informasi mengenai jadwal pengangkutan sampah dan lokasi TPS dapat diakses melalui website Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.
Penyebab utama darurat sampah di Bandung ini diduga kuat akibat beberapa faktor, di antaranya adalah keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti yang sudah melebihi daya tampung, serta kendala teknis dan operasional dalam proses pengangkutan sampah. Situasi ini diperparah dengan volume sampah harian Kota Bandung yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Pemkot Bandung tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait permasalahan darurat sampah ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Bapak Ema Sumarna, dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung pada Kamis siang, 10 April 2025, menyatakan bahwa Pemkot Bandung telah menetapkan status darurat sampah dan mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi krisis ini. “Kami menyadari betul kondisi darurat yang sedang kita hadapi. Kami mohon maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini. Saat ini, kami sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pengangkutan sampah ke TPA dan mencari solusi alternatif penampungan sementara,” ujar Bapak Ema Sumarna. Informasi mengenai upaya penanganan darurat sampah di Kota Bandung dapat dipantau melalui akun media sosial Pemkot Bandung.
Beberapa langkah darurat yang tengah diupayakan antara lain adalah penambahan armada pengangkut sampah, optimalisasi jadwal pengangkutan, serta penyiagaan lahan alternatif untuk penampungan sementara. Pemkot Bandung juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta mengurangi produksi sampah dari sumbernya dan memilah sampah organik dan anorganik. Situasi darurat ini memerlukan kerjasama dan kesadaran dari seluruh pihak agar Kota Bandung dapat segera terbebas dari krisis lingkungan ini.