Dua Kereta Api Terlibat Tabrakan, Masinis Terjepit di Bandung

Dua Kereta Api Terlibat Tabrakan, Masinis Terjepit di Bandung

Sebuah insiden serius terjadi di jalur perkeretaapian Bandung, ketika dua kereta api tabrakan yang mengakibatkan salah satu masinis terjepit di dalam lokomotif. Kecelakaan ini memicu keprihatinan mendalam dan menyebabkan gangguan signifikan pada jadwal perjalanan kereta api. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari kereta api tabrakan ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Jumat, 16 Mei 2025, sekitar pukul 08.15 WIB, di petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dua kereta api tabrakan tersebut adalah KA Baraya Ekspres yang sedang melaju dari arah Bandung menuju Garut, dan KA Lokal Siliwangi yang bergerak dari arah berlawanan, Cianjur menuju Bandung. Kondisi lokasi kejadian yang berada di area persawahan menyulitkan proses evakuasi awal.

Dampak dari kereta api tabrakan ini cukup parah. Lokomotif kedua kereta mengalami kerusakan berat, dan salah satu masinis, Bapak Adi Wijaya (42 tahun), dilaporkan terjepit di dalam ruang kemudi KA Baraya Ekspres. Tim penyelamat gabungan dari PT KAI, Basarnas, dan petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi Bapak Adi berlangsung dramatis selama hampir dua jam sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke RSUD Cicalengka untuk penanganan medis lebih lanjut. Ia mengalami luka serius pada bagian kaki.

Selain masinis, tercatat juga beberapa penumpang dari kedua kereta mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. PT KAI Daop 2 Bandung segera mengumumkan penundaan dan pengalihan rute untuk beberapa perjalanan kereta api yang terdampak. Jalur rel juga langsung ditutup untuk proses olah TKP dan evakuasi badan kereta.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirimkan tim investigasi ke lokasi kejadian pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025, untuk menyelidiki penyebab insiden kereta api tabrakan ini. Dugaan awal mengarah pada kesalahan sinyal atau kelalaian prosedur operasional. Pihak kepolisian juga turut serta dalam penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kecelakaan ini. Insiden ini menjadi pengingat penting akan pentingnya kepatuhan pada standar keselamatan tertinggi dalam transportasi publik.

Comments are closed.