Sebuah insiden tabrakan tragis melibatkan dua kereta api terjadi di wilayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Jumat siang, 16 Mei 2025, sekitar pukul 13.30 WIB ini melibatkan Kereta Api Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuter Line Bandung Raya. Akibat insiden tabrakan ini, puluhan penumpang dari kedua kereta dilaporkan mengalami luka-luka, dan proses evakuasi masih terus berlangsung hingga sore hari.
Menurut keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, insiden tabrakan diduga terjadi di jalur tunggal antara Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur. Benturan keras antara kedua rangkaian kereta menyebabkan beberapa gerbong anjlok dan mengalami kerusakan parah. Suara dentuman keras akibat tabrakan tersebut sontak membuat panik warga sekitar dan para penumpang di dalam kereta.
Petugas kepolisian dari Polresta Bandung dan tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan. Kombes Pol Budi Santoso, Kapolresta Bandung, yang berada di lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya masih fokus pada proses evakuasi para korban. “Kami masih mendata jumlah pasti korban luka, namun informasi awal yang kami terima ada puluhan penumpang yang mengalami luka ringan hingga berat. Prioritas utama kami saat ini adalah mengevakuasi seluruh penumpang dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis secepatnya,” ujarnya pada Jumat sore.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui juru bicaranya, Eva Chairunisa, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tabrakan ini dan menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga. Tim investigasi kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab terjadinya tabrakan ini,” jelas Eva melalui keterangan persnya.
Akibat insiden ini, perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa Barat mengalami gangguan yang signifikan. Pihak KAI mengimbau kepada para calon penumpang untuk memantau informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api. Sementara itu, para korban luka-luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Cicalengka dan Rumah Sakit Edelweiss Bandung. Proses identifikasi korban juga tengah dilakukan oleh pihak berwenang. Insiden tabrakan kereta api ini menjadi perhatian serius dan menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan dan sistem persinyalan perkeretaapian di Indonesia.