Kekeringan Parah Landa Bandung, 856 Hektare Lahan Pertanian Alami Gagal Panen

Kekeringan Parah Landa Bandung, 856 Hektare Lahan Pertanian Alami Gagal Panen

Kabar buruk menghampiri ratusan petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, di mana kekeringan yang melanda wilayah tersebut menyebabkan gagal panen pada lahan pertanian seluas 856 hektare. Musim kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan sumber-sumber air mengering, sehingga tidak mampu mengairi lahan pertanian yang bergantung pada irigasi tadah hujan maupun irigasi teknis. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kerugian besar bagi para petani yang menggantungkan hidupnya pada hasil panen.

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung yang dirilis pada Senin, 14 April 2025, wilayah timur Kabupaten Bandung menjadi daerah yang paling parah terdampak kekeringan dan mengalami gagal panen. Beberapa kecamatan seperti Solokan Jeruk, Majalaya, Ciparay, Cileunyi, dan Rancaekek melaporkan kondisi lahan sawah yang mengering dan tanaman padi yang puso. Para petani hanya bisa pasrah melihat tanaman padi yang seharusnya mulai memasuki masa panen kini layu dan mati akibat kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. H. Asep Sunandar, M.Si., dalam keterangannya di kantor dinas pada Senin siang, 14 April 2025, menyatakan keprihatinannya atas kondisi gagal panen yang dialami para petani. “Kami sangat prihatin dengan kondisi kekeringan yang menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen. Ini tentu menjadi pukulan berat bagi para petani di Kabupaten Bandung,” ujar Ir. H. Asep Sunandar. Pihaknya telah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi mengatasi masalah kekeringan ini, termasuk upaya pompanisasi di beberapa titik yang masih memiliki sumber air.

Lebih lanjut, Ir. H. Asep Sunandar menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah berupaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas dengan menyiapkan masterplan irigasi yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Namun, realisasi masterplan tersebut diperkirakan baru dapat dilakukan pada tahun anggaran berikutnya. Sementara itu, para petani yang mengalami gagal panen didorong untuk memanfaatkan program asuransi pertanian jika terdaftar, meskipun diakui bahwa tidak semua petani memiliki akses terhadap program tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bandung mengimbau kepada para petani untuk tetap tabah dan mencari alternatif solusi seperti menanam tanaman palawija yang lebih tahan terhadap kekeringan pada musim kemarau berikutnya. Pihaknya juga berjanji akan terus berupaya maksimal untuk membantu para petani mengatasi kesulitan akibat kekeringan ini, termasuk kemungkinan pemberian bantuan benih atau program pemulihan ekonomi bagi petani yang mengalami gagal panen.

Comments are closed.