Sebuah kasus pembunuhan sadis yang terjadi di sebuah gang sempit di kawasan Antapani, Bandung, akhirnya menemui titik terang. Setelah serangkaian penyelidikan intensif, Pelaku Pembunuh seorang wanita yang ditemukan tewas mengenaskan terungkap, dan fakta mengejutkan menunjukkan bahwa pelakunya adalah suami korban sendiri. Pengungkapan ini mengakhiri spekulasi yang beredar di masyarakat dan membawa kasus ini selangkah lebih dekat menuju keadilan.
Korban, yang diketahui berinisial RW (30), ditemukan tewas dengan luka tusuk pada hari Senin, 19 Mei 2025, sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga yang hendak beraktivitas. Penemuan jenazah ini segera dilaporkan kepada Polsek Antapani, dan Satreskrim Polrestabes Bandung langsung turun tangan. Sejak awal, polisi mencurigai adanya motif personal mengingat lokasi penemuan jenazah yang berada di area permukiman padat.
Penyelidikan mendalam dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi. Beberapa saksi mata menyebutkan melihat korban cekcok dengan seorang pria sesaat sebelum kejadian. Dari hasil pengumpulan bukti dan keterangan, polisi berhasil mengidentifikasi Pelaku Pembunuh tersebut adalah HS (35), yang merupakan suami sah korban. HS berhasil diamankan pada hari Selasa, 20 Mei 2025, sore, di rumah kerabatnya di daerah Cimahi, setelah sempat melarikan diri.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Wawan Setiawan, dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu, 21 Mei 2025, menjelaskan motif di balik Pelaku Pembunuh tersebut. “Berdasarkan pengakuan tersangka HS, motifnya adalah cemburu buta dan perselisihan rumah tangga yang sudah berlangsung lama. Puncaknya terjadi saat keduanya cekcok di gang tersebut, hingga pelaku nekat melakukan pembunuhan,” terang Kombes Pol. Wawan Setiawan. HS dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian, dengan ancaman hukuman pidana berat.
Kasus Pelaku Pembunuh ini menjadi pengingat tragis akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga dan pentingnya mencari bantuan profesional jika menghadapi masalah rumah tangga yang kompleks. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat. Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan keadilan bagi korban serta keluarganya.