Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan vital sebagai agen pembangunan (agent of development), khususnya dalam mewujudkan akselerasi Pembangunan Infrastruktur Nasional. Sektor infrastruktur, yang meliputi jalan tol, pelabuhan, bandar udara, hingga penyediaan energi, seringkali membutuhkan investasi modal yang sangat besar dan risiko yang tidak diminati oleh sektor swasta murni. Dalam kondisi ini, BUMN hadir sebagai lokomotif yang menjembatani kebutuhan antara pendanaan publik dan eksekusi proyek strategis. Peran sentral BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional adalah untuk memastikan konektivitas antar wilayah, pemerataan ekonomi, dan peningkatan daya saing bangsa di kancah global.
Peran utama BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional adalah sebagai pelaksana proyek sekaligus pemrakarsa pendanaan. BUMN Karya, misalnya, bertindak sebagai kontraktor utama yang memiliki kapasitas teknis dan sumber daya manusia yang memadai untuk menangani proyek-proyek berskala mega. Melalui skema penugasan pemerintah, BUMN diinstruksikan untuk membangun proyek yang dinilai penting secara strategis, meskipun tingkat kelayakan finansialnya mungkin rendah di awal. Sebagai contoh, BUMN konstruksi ditugaskan menyelesaikan proyek jalan tol Trans-Sumatera. Kementerian BUMN melaporkan bahwa realisasi investasi BUMN di sektor infrastruktur pada kuartal ketiga tahun 2025 telah mencapai Rp 150 triliun, didukung oleh penerbitan obligasi korporasi dan penyertaan modal negara (PMN).
Selain konstruksi, BUMN juga menjamin ketersediaan layanan dasar. BUMN di sektor energi dan telekomunikasi memastikan bahwa infrastruktur backbone seperti jaringan listrik dan serat optik mencapai daerah-daerah terpencil. Upaya ini mendukung prinsip keadilan sosial dan mendorong inklusi digital. Sebagai contoh, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan elektrifikasi 100% desa di kawasan Timur Indonesia hingga akhir tahun 2027. Selain itu, Pembangunan Infrastruktur Nasional juga memerlukan pengamanan dari segi hukum dan aset. Aparat Kepolisian Daerah (Polda) setempat, melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit), secara rutin melakukan pengamanan di proyek-proyek infrastruktur strategis nasional yang sedang berlangsung, seperti pembangunan bendungan, untuk mencegah gangguan keamanan dan memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
Kolaborasi antar-BUMN, yang dikenal sebagai sinergi BUMN, juga merupakan kunci keberhasilan. BUMN perbankan (Himbara) memberikan dukungan pembiayaan, sementara BUMN di sektor asuransi (seperti PT Jasindo) menyediakan perlindungan risiko. Rapat koordinasi teknis yang dihadiri oleh seluruh direksi BUMN Karya dan BUMN Pembiayaan diselenggarakan pada hari Kamis, 14 November 2024, untuk menyelaraskan rencana kerja dan memitigasi risiko default proyek. Secara keseluruhan, keterlibatan BUMN memastikan bahwa proyek-proyek strategis dapat dilaksanakan dengan standar profesional, pendanaan yang terstruktur, dan dukungan keamanan yang memadai, menjadikan BUMN sebagai tulang punggung utama Pembangunan Infrastruktur Nasional.