Warga Bandung dikejutkan dengan peristiwa tragis seorang pria yang diduga melakukan aksi bunuh diri dengan lompat ke rel kereta api. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 15 April 2025, sekitar pukul 17.00 WIB di perlintasan kereta api di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung. Akibat lompat ke rel tersebut, pria yang belum diketahui identitasnya ini tewas seketika tertabrak kereta api yang sedang melintas.
Informasi mengenai adanya seorang pria yang lompat ke rel diterima oleh petugas kepolisian dari Polsek Kiaracondong dan petugas keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung. Saksi mata di sekitar lokasi kejadian melihat seorang pria berdiri di pinggir rel beberapa saat sebelum kereta api melintas. Tiba-tiba, saat kereta api приближался, pria tersebut nekat lompat ke rel, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Petugas kepolisian dari Polsek Kiaracondong segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban. Proses evakuasi jenazah korban sempat mengganggu perjalanan kereta api di jalur tersebut selama beberapa waktu. Setelah dilakukan identifikasi awal, ciri-ciri korban adalah seorang pria dewasa berusia sekitar 30-an tahun dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan mengenakan kemeja berwarna biru. Namun, identitas lengkap korban masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Polsek Kiaracondong, Komisaris Polisi (Kompol) Asep Kurniawan, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada Selasa sore, sekitar pukul 18.30 WIB, membenarkan adanya peristiwa lompat ke rel yang menyebabkan seorang pria tewas. “Benar, telah terjadi peristiwa seorang pria yang diduga melakukan bunuh diri dengan cara lompat ke rel kereta api. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban dan motif di balik tindakan tragis ini,” ujar Kompol Asep Kurniawan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban untuk segera menghubungi pihak kepolisian. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk dilakukan visum et repertum. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga jika identitas korban berhasil diketahui. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan bagi individu yang sedang mengalami kesulitan.