Aksi brutal gengster kembali memakan korban di Bandung, Jawa Barat, di mana seorang remaja babak belur setelah dikeroyok oleh sekelompok pemuda yang diduga anggota geng motor. Insiden yang terjadi pada Minggu malam, 18 Mei 2025, di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, ini sempat membuat resah warga sekitar. Namun, kabar baiknya, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap para pelaku.
Korban yang diketahui bernama Sandi (16 tahun), seorang pelajar SMA, mengalami luka-luka serius di sekujur tubuh akibat pengeroyokan tersebut. Menurut keterangan saksi mata, remaja babak belur ini sedang melintas di Jalan Cibaduyut seorang diri sekitar pukul 23.00 WIB. Tiba-tiba, ia dihadang oleh sekitar lima orang pemuda yang mengendarai beberapa sepeda motor. Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan tangan kosong dan benda tumpul.
Akibat pengeroyokan tersebut, remaja babak belur ini mengalami luka memar di wajah, kepala, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Unit Reskrim Polsek Bojongloa Kidul yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan ciri-ciri pelaku, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga orang pelaku di kediaman mereka masing-masing pada Senin dini hari.
Kapolsek Bojongloa Kidul, Kompol Agung Masjaya, membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang menyebabkan remaja babak belur tersebut. Beliau mengapresiasi gerak cepat anggotanya dalam mengungkap dan menangkap para pelaku. “Kami tidak akan mentolerir aksi premanisme dan kekerasan di wilayah hukum kami. Para pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kompol Agung saat memberikan keterangan pers di Mapolsek, Senin siang.
Lebih lanjut, Kompol Agung mengimbau kepada para remaja untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di malam hari dan menghindari tempat-tempat yang rawan tindak kriminalitas. Pihaknya juga akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan guna mencegah terjadinya kejadian serupa. Sementara itu, korban remaja babak belur masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.