Kabar kurang mengenakkan baru-baru ini menyoroti salah satu daya tarik wisata Kota Bandung, yaitu delman. Seorang wisatawan membagikan pengalamannya di media sosial yang viral, mengaku dimintai tarif tak wajar hingga Rp600 ribu untuk sekali naik delman di kawasan sekitar Jalan Asia Afrika. Sontak, unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Berikut 5 fakta terkait isu tarif delman fantastis di Bandung:
- Pengakuan Korban Viral di Media Sosial: Unggahan wisatawan yang merasa “ditipu” oknum kusir delman dengan tarif Rp600 ribu untuk rute yang relatif pendek menjadi viral. Dalam unggahannya, wisatawan tersebut menyertakan bukti percakapan atau foto sebagai penguat cerita, memicu diskusi hangat tentang praktik tarif wisata yang tidak transparan.
- Tarif Jauh di Atas Normal: Berdasarkan penelusuran dan informasi dari berbagai sumber, tarif normal untuk naik delman di kawasan wisata Bandung umumnya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu untuk rute pendek, tergantung durasi dan jarak. Permintaan tarif hingga Rp600 ribu jelas jauh melampaui batas kewajaran dan dianggap merugikan wisatawan.
- Oknum Kusir Diduga Memanfaatkan Ketidaktahuan Wisatawan: Praktik penetapan tarif yang tidak jelas dan cenderung “nembak” harga seringkali menyasar wisatawan yang baru pertama kali berkunjung atau kurang familiar dengan tarif standar delman di Bandung. Kurangnya informasi resmi mengenai tarif delman juga menjadi celah bagi oknum untuk mengambil keuntungan berlebih.
- Dinas Pariwisata Bandung Angkat Bicara: Menanggapi viralnya Fakta isu ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung [Sebutkan Jika Ada Pernyataan Resmi dari Disparbud, Contoh: “menyayangkan kejadian tersebut dan akan melakukan penertiban terhadap praktik tarif yang tidak wajar” atau “mengimbau wisatawan untuk selalu menanyakan tarif di awal sebelum naik delman”]. Pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi wisatawan dari praktik eksploitatif.
- Imbauan untuk Wisatawan Lebih Waspada: Kejadian ini menjadi pelajaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bandung untuk lebih berhati-hati dan proaktif dalam menanyakan tarif berbagai layanan wisata, termasuk delman, sebelum menggunakannya. Negosiasi tarif di awal juga disarankan untuk menghindari tarif yang tidak masuk akal. Selain itu, mencari informasi tarif standar dari sumber terpercaya juga bisa menjadi langkah pencegahan.
Isu tarif delman yang mencapai ratusan ribu rupiah ini tentu dapat mencoreng citra pariwisata Kota Bandung yang selama ini dikenal ramah dan menarik. Diharapkan, pihak terkait dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat menikmati berbagai atraksi wisata di Bandung, termasuk menaiki delman sebagai salah satu ikoniknya. Transparansi tarif dan pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.